(semut yang bicara) Assalamualaikum. Wr. Wb….
Pada kesempatan yang sangat istimewa ini, saya akan menceritakan
sebuah kisah yang sangat fenomenal di mata kaum muslimin. Do you know what is
that? Yakni tentang “Nabi Sulaiman” and seekor hewan yang imut “raja semut”.
Mungkin kalian semua telah mengetahuinya, namun cerita ini akan
saya kemas lebih unik dan berbeda dari yang lain. Penasaran? Ok!! Perhatikan dengan seksama ceritaku!!
Zaman dahulu kala, di atas sebuah bukit terdapat istana yang begitu
indah dan megah. Seluruh dinding istana dilapisi oleh emas dan disetiap
sudutnya dihiasi oleh butiran-butiran permata yang mengkilap sehingga siapapun
yang melihatnya pasti akan terpesona akan keindahannya.
Yeah, itu adalah istana nabi Sulaiman. Nabi yang sangatlah
beruntung. Bagaimana tidak? dia memiliki segalanya, harta yang melimpah, pangat
sebagai raja, kecerdasan, dan bahkan dia bisa menaklukan seluruh makhluk di
dunia ini baik hewan, tumbuhan ataupun jin karena beliau bisa berkomunikasi
dengan mereka.
Pada suatu pagi, disaat sinar mentari masih belum tampak datang
seorang panglima kerajaan di hadapan nabi Sulaiman untuk memberitahukan rencana keberangkatan perang.
Panglima : (datang dan
menunduk) Wahai tuanku, kita harus bergegas menuju lokasi perang sebelum
matahari terbit. Jikalau tidak kita pasti akan dinyatakan kalah oleh mereka.
Karena memang itu adalah perjanjiannya.
Nabi Sulaiman : Em… (berfikir;
berjalan ke kanan dan ke kiri) Baiklah! Siapkan semua pasukan berkuda dan
kumpulkan mereka semua di gerbang depan istana.
Selang beberapa menit akhirnya seluruh pasukan telah berkumpul di
depan gerbang istana. Nabi Sulaimanpun datang dan memimpin seluruh pasukan
Nabi Sulaiman : (menghadap
pasukan dan mengangkat pedang) Wahai pasukanku! Kita akan menghadapi sebuah
peperangan menuju jalan Allah. Kuatkan hati kalian! Dan Jangan menyerah!!
Di tempat lain, raja semut beserta kawanannya sedang asyik mencari
makan di sebuah lembah yang sangat subur.
Raja semut : (merangkak
kanan kiri) hap, hap, hap, hap, hap… Haaaah… wahai kawan-kawanku! Ayo semangat!
Kita cari makanan yang banyak biar kita bisa berpesta di sarang kita.
Semut2 : yeeeee….
Ayo.. ayo.. ayo.. (mengepal) hap hap hap (mengambil makanan disini) hap hap hap
(mengambil disana) hap hap hap (mengambil disitu)
Tak beberapa lama kemudian, tiba-tiba semut-semut tersebut
merdengar suara gemuruh dari atas bukit. Ternyata suara tersebut berasal dari
pasukan nabi Sulaiman yang akan melewati lembah tersebut.
Semut2 : hah…. Hah
(kebingungan) suara apa ini? Suara apa ini? suara apa ini? (berlari ke kanan
dan kiri)
Raja semut : tenang
semua! Tenang! Segera kalian berbaris yang rapi untuk masuk ke sarang agar
kalian tidak diinjak oleh nabi sulaiman dan bala tentaranya karena mereka tidak
tahu akan keberadaan kita.
Semut2 : oh tidak..
bagaimana ini! Bagaimana ini! Ayo cepat-cepat..!! ayo ayo… kalau tidak kita
akan mati! (kebingungan)
Huh, Apakah kalian tahu apa yang akan terjadi pada semut-semut
tersebut stelah itu?
Ok, Dikarenakan kelebihan yang dimiliki oleh nabi Sulaiman yakni
dapat mendengar dan mengetahui bahasa semua makhluk hidup khususnya binatang
maka, sebelum sampai di tempat semut-semut itu mencari makan, beliaupun
akhirnya tersenyum dan menghentikan perjalannya sejenak menunggu mereka semua
masuk ke sarang mereka.
Semut2 : oh tidak..
bagaimana ini! Bagaimana ini! Ayo cepat-cepat..!! ayo ayo… kalau tidak kita
akan mati! (kebingungan)
Nabi Sulaiman : (berhenti diatas
kuda) iyeeeeeeek (kuda bersuara) wahai semut-semut kecil! Silahkan kalian masuk
ke sarang kalian agar kalian selamat! Kami akan menunggu sejenak di sini.
Raja semut : Ayo! Ayo!
Masuk! Cepat! (mengatur kawanannya), (menoleh ke nabi Sulaiman) Oh….. Maaf
tuan, kami telah mengganggu perjalanan anda.. (nada malu2) dan terima kasih
telah menghentikan pasukan anda (nama sok imut) J.
Dari kejadian itu, nabi Sulaimanpun semakin bersyukur karena telah
diberi kelebihan oleh Allah SWT yakni bisa memahami segala bahasa binatang
karena dengan itu diapun bisa menyelamatkan sekawanan semut yang sedang mencari
makan tadi.
Dear brothers and sisters…
Apakah kalian tahu bahwa cerita ini dikutip dalam Al Qur'an surat
An Naml ayat 17, 18, 19 tentang Sulaiman yang melewati lembah semut. Dari kisah
ini kita dapat mengambil pelajaran bahwa sebagai hamba Allah, kita harus selalu
mensyukuri nikmat kelebihan yang Allah berikan kepada kita sebab masih banyak
di luar sana yang masih kekurangan.
Sepertihalnya yang dijelaskan dalam Al-Quran surat
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأزِيْدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِيْ
لَشَدِيْد
"Apabila kamu bersyukur (terhadap nikmatAllah) niscaya Allah akan menambah nikmat terhadapmu, (namun ingat saudara) dan apabila kamu ingkar terhadap nikmatKu , ketahuilah siksa Allah itu sangat pedih"
Itu tadi yang bisa saya sampaikan, terima
kasih atas partisipasinya dan terakhir dari kami,
(semut yang bicara)
Wassalamualaikum. Wr. Wb
Baca Versi Inggrisnya English Telling Story Text: King Solomon and The Ant King


No comments:
Post a Comment