Sunday, 10 April 2016

Teks Cerita Bahasa Indonesia: Nabi Sulaiman dan Raja Semut




(semut yang bicara) Assalamualaikum. Wr. Wb….
Pada kesempatan yang sangat istimewa ini, saya akan menceritakan sebuah kisah yang sangat fenomenal di mata kaum muslimin. Do you know what is that? Yakni tentang “Nabi Sulaiman” and seekor hewan yang imut “raja semut”.
Mungkin kalian semua telah mengetahuinya, namun cerita ini akan saya kemas lebih unik dan berbeda dari yang lain. Penasaran? Ok!! Perhatikan dengan seksama ceritaku!!
Zaman dahulu kala, di atas sebuah bukit terdapat istana yang begitu indah dan megah. Seluruh dinding istana dilapisi oleh emas dan disetiap sudutnya dihiasi oleh butiran-butiran permata yang mengkilap sehingga siapapun yang melihatnya pasti akan terpesona akan keindahannya.
Yeah, itu adalah istana nabi Sulaiman. Nabi yang sangatlah beruntung. Bagaimana tidak? dia memiliki segalanya, harta yang melimpah, pangat sebagai raja, kecerdasan, dan bahkan dia bisa menaklukan seluruh makhluk di dunia ini baik hewan, tumbuhan ataupun jin karena beliau bisa berkomunikasi dengan mereka.
Pada suatu pagi, disaat sinar mentari masih belum tampak datang seorang panglima kerajaan di hadapan nabi Sulaiman untuk memberitahukan  rencana keberangkatan perang.
Panglima         : (datang dan menunduk) Wahai tuanku, kita harus bergegas menuju lokasi perang sebelum matahari terbit. Jikalau tidak kita pasti akan dinyatakan kalah oleh mereka. Karena memang itu adalah perjanjiannya.
Nabi Sulaiman   : Em… (berfikir; berjalan ke kanan dan ke kiri) Baiklah! Siapkan semua pasukan berkuda dan kumpulkan mereka semua di gerbang depan istana.
Selang beberapa menit akhirnya seluruh pasukan telah berkumpul di depan gerbang istana. Nabi Sulaimanpun datang dan memimpin seluruh pasukan
Nabi Sulaiman   : (menghadap pasukan dan mengangkat pedang) Wahai pasukanku! Kita akan menghadapi sebuah peperangan menuju jalan Allah. Kuatkan hati kalian! Dan Jangan menyerah!!
Di tempat lain, raja semut beserta kawanannya sedang asyik mencari makan di sebuah lembah yang sangat subur.
Raja semut      : (merangkak kanan kiri) hap, hap, hap, hap, hap… Haaaah… wahai kawan-kawanku! Ayo semangat! Kita cari makanan yang banyak biar kita bisa berpesta di sarang kita.
Semut2            : yeeeee…. Ayo.. ayo.. ayo.. (mengepal) hap hap hap (mengambil makanan disini) hap hap hap (mengambil disana) hap hap hap (mengambil disitu)
Tak beberapa lama kemudian, tiba-tiba semut-semut tersebut merdengar suara gemuruh dari atas bukit. Ternyata suara tersebut berasal dari pasukan nabi Sulaiman yang akan melewati lembah tersebut.
Semut2            : hah…. Hah (kebingungan) suara apa ini? Suara apa ini? suara apa ini? (berlari ke kanan dan kiri)
Raja semut      : tenang semua! Tenang! Segera kalian berbaris yang rapi untuk masuk ke sarang agar kalian tidak diinjak oleh nabi sulaiman dan bala tentaranya karena mereka tidak tahu akan keberadaan kita.
Semut2            : oh tidak.. bagaimana ini! Bagaimana ini! Ayo cepat-cepat..!! ayo ayo… kalau tidak kita akan mati! (kebingungan)
Huh, Apakah kalian tahu apa yang akan terjadi pada semut-semut tersebut stelah itu?
Ok, Dikarenakan kelebihan yang dimiliki oleh nabi Sulaiman yakni dapat mendengar dan mengetahui bahasa semua makhluk hidup khususnya binatang maka, sebelum sampai di tempat semut-semut itu mencari makan, beliaupun akhirnya tersenyum dan menghentikan perjalannya sejenak menunggu mereka semua masuk ke sarang mereka.
Semut2            : oh tidak.. bagaimana ini! Bagaimana ini! Ayo cepat-cepat..!! ayo ayo… kalau tidak kita akan mati! (kebingungan)
Nabi Sulaiman   : (berhenti diatas kuda) iyeeeeeeek (kuda bersuara) wahai semut-semut kecil! Silahkan kalian masuk ke sarang kalian agar kalian selamat! Kami akan menunggu sejenak di sini.
Raja semut      : Ayo! Ayo! Masuk! Cepat! (mengatur kawanannya), (menoleh ke nabi Sulaiman) Oh….. Maaf tuan, kami telah mengganggu perjalanan anda.. (nada malu2) dan terima kasih telah menghentikan pasukan anda (nama sok imut) J.
Dari kejadian itu, nabi Sulaimanpun semakin bersyukur karena telah diberi kelebihan oleh Allah SWT yakni bisa memahami segala bahasa binatang karena dengan itu diapun bisa menyelamatkan sekawanan semut yang sedang mencari makan tadi.
Dear brothers and sisters…
Apakah kalian tahu bahwa cerita ini dikutip dalam Al Qur'an surat An Naml ayat 17, 18, 19 tentang Sulaiman yang melewati lembah semut. Dari kisah ini kita dapat mengambil pelajaran bahwa sebagai hamba Allah, kita harus selalu mensyukuri nikmat kelebihan yang Allah berikan kepada kita sebab masih banyak di luar sana yang masih kekurangan.
Sepertihalnya yang dijelaskan dalam Al-Quran surat

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأزِيْدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْد 
"Apabila kamu bersyukur (terhadap nikmatAllah) niscaya Allah akan menambah nikmat terhadapmu, (namun ingat saudara) dan apabila kamu ingkar terhadap nikmatKu , ketahuilah siksa Allah itu sangat pedih"
Itu tadi yang bisa saya sampaikan, terima kasih atas partisipasinya dan terakhir dari kami,
(semut yang bicara)  
Wassalamualaikum. Wr. Wb

No comments:

Post a Comment